Social Items

Pimpinan Xiaomi Pamer Sensor Pemindai Sidik Jari Balik Layar - Sensor sidik jari tradisionil adalah salah satunya cara pengamanan piranti yang sangat digemari oleh beberapa pemakai. Tidak hanya aman, proses unlock melalui cara ini tidak seribet pemakaian kunci skema atau kunci PIN. Cukuplah lekatkan sidik jari yang sudah teregistrasi serta kunci smartphone akan langsung terbuka kurang dari hitungan detik.


Terakhir, skema security biometrik ini direlokasi dari yang sebelumnya ada di tombol home atau panel belakang, sekarang ditanamkan di monitor. Tehnologi ini digadang akan jadi kepingan wajar dari kehidupan umat manusia moderen di waktu yang akan datang.




Pemanufaktur smartphone sama-sama berkompetisi untuk mendatangkan sensor in-display fingerprint pada piranti garapan mereka. Metodenya memang lebih praktis serta bagus, tetapi ketepatan serta kecepatan bacanya belumlah sebagus type tradisionil. Lumrah, tehnologi ini masih tetap ada dalam babak awal.


Xiaomi memiliki komitmen untuk turut bereksperimen lewat cara mengakselerasi peningkatan tehnologi ini. Buktinya tampak dari satu video yang diupload oleh presiden sekaligus juga co-founder Xiaomi, Lin Bin, di media sosial Weibo.


Dia mendemonstrasikan satu prototipe smartphone yang mengambil pemindai in-display fingerprint generasi paling baru. Dalam kutipan video ini, sang presiden tunjukkan begitu gampangnya dia mendaftar sidik jarinya. Seperti kita ketahui, butuh proses yang cukup lama serta cukup membuat sebal bila dikerjakan pada ponsel-ponsel brand lainnya.




Tetapi sisi sangat menarik ialah waktu dia buka kunci hp itu. Jika lazimnya satu smartphone dengan in-display fingerprint cuma menyiapkan separuh ruang kecil menjadi bagian baca sidik jari, Lin Bin dengan gampangnya buka hp ini di sembarang sisi monitor.


Dia membuka jika luas ruang pemidaian ialah seputar 25 mm x 50.2 mm. Kurang lebih lima kali lebih luas dari sensor berteknologi sama di hp lainnya atau hampir 15 kali lipat di banding sensor sidik jari tradisionil. Bukan hanya bagian bacanya yang lebih lega, potensi bacanya pun bertambah cepat serta tepat.


Didapati jika prototipe hp ini ialah Xiaomi Mi 8 variasi reguler. Menjadi info, Mi 8 Pro serta Mi 8 Explorer Edition ialah dua hp bersensor sidik jari in-display yang sekarang ini Xiaomi punya. Lin Bin meneruskan jika dia akan memperhitungkan pengaplikasian tehnologi inovatif ini di piranti Xiaomi yang akan datang jika fans menyambutnya dengan ketertarikan.


Mengharap tehnologi ini telah ada di Xiaomi Mi 9, calon hp flagship Xiaomi setelah itu, rasa-rasanya sangat muluk. Karena, hp itu telah direncanakan melenggang pada moment Mobile World Congress yang akan diselenggarakan di akhir Februari. Akan tetapi, mudah-mudahan saja tehnologi itu dapat selekasnya ada tahun ini.

Pimpinan Xiaomi Pamer Sensor Pemindai Sidik Jari Balik Layar

Pimpinan Xiaomi Pamer Sensor Pemindai Sidik Jari Balik Layar - Sensor sidik jari tradisionil adalah salah satunya cara pengamanan piranti yang sangat digemari oleh beberapa pemakai. Tidak hanya aman, proses unlock melalui cara ini tidak seribet pemakaian kunci skema atau kunci PIN. Cukuplah lekatkan sidik jari yang sudah teregistrasi serta kunci smartphone akan langsung terbuka kurang dari hitungan detik.


Terakhir, skema security biometrik ini direlokasi dari yang sebelumnya ada di tombol home atau panel belakang, sekarang ditanamkan di monitor. Tehnologi ini digadang akan jadi kepingan wajar dari kehidupan umat manusia moderen di waktu yang akan datang.




Pemanufaktur smartphone sama-sama berkompetisi untuk mendatangkan sensor in-display fingerprint pada piranti garapan mereka. Metodenya memang lebih praktis serta bagus, tetapi ketepatan serta kecepatan bacanya belumlah sebagus type tradisionil. Lumrah, tehnologi ini masih tetap ada dalam babak awal.


Xiaomi memiliki komitmen untuk turut bereksperimen lewat cara mengakselerasi peningkatan tehnologi ini. Buktinya tampak dari satu video yang diupload oleh presiden sekaligus juga co-founder Xiaomi, Lin Bin, di media sosial Weibo.


Dia mendemonstrasikan satu prototipe smartphone yang mengambil pemindai in-display fingerprint generasi paling baru. Dalam kutipan video ini, sang presiden tunjukkan begitu gampangnya dia mendaftar sidik jarinya. Seperti kita ketahui, butuh proses yang cukup lama serta cukup membuat sebal bila dikerjakan pada ponsel-ponsel brand lainnya.




Tetapi sisi sangat menarik ialah waktu dia buka kunci hp itu. Jika lazimnya satu smartphone dengan in-display fingerprint cuma menyiapkan separuh ruang kecil menjadi bagian baca sidik jari, Lin Bin dengan gampangnya buka hp ini di sembarang sisi monitor.


Dia membuka jika luas ruang pemidaian ialah seputar 25 mm x 50.2 mm. Kurang lebih lima kali lebih luas dari sensor berteknologi sama di hp lainnya atau hampir 15 kali lipat di banding sensor sidik jari tradisionil. Bukan hanya bagian bacanya yang lebih lega, potensi bacanya pun bertambah cepat serta tepat.


Didapati jika prototipe hp ini ialah Xiaomi Mi 8 variasi reguler. Menjadi info, Mi 8 Pro serta Mi 8 Explorer Edition ialah dua hp bersensor sidik jari in-display yang sekarang ini Xiaomi punya. Lin Bin meneruskan jika dia akan memperhitungkan pengaplikasian tehnologi inovatif ini di piranti Xiaomi yang akan datang jika fans menyambutnya dengan ketertarikan.


Mengharap tehnologi ini telah ada di Xiaomi Mi 9, calon hp flagship Xiaomi setelah itu, rasa-rasanya sangat muluk. Karena, hp itu telah direncanakan melenggang pada moment Mobile World Congress yang akan diselenggarakan di akhir Februari. Akan tetapi, mudah-mudahan saja tehnologi itu dapat selekasnya ada tahun ini.

No comments